“Kita Mau Kemana Lagi?” – Menggugah Kesadaran Lewat Animasi Post-Apokaliptik

0
83

Film pendek animasi “Kita Mau Kemana Lagi?” karya sutradara Imam Ghitrif Yuniandri menghadirkan gambaran puitis tentang masa depan Bumi yang penuh keprihatinan. Melalui perjalanan seorang travel vlogger dari Mars, RITA, di tahun 2119, film ini mengangkat isu pemanasan global yang semakin meruncing, memberikan sentuhan dark comedy untuk menggugah pemirsa secara halus dan mendalam.

Selfie Pasca Kiamat. Copyright Auratium & MondiBlanc FIlm Workshop

Sebagai wujud respons terhadap fenomena pemanasan global, “Kita Mau Kemana Lagi?” mengajak penonton menyelami kengerian masa depan. Dalam konteks Indonesia, animasi sering dianggap sebagai alat edukasi yang efektif. Film ini pun membuktikan hal tersebut, dengan memvisualisasikan konsekuensi perubahan iklim secara imajinatif. Indonesia sendiri memiliki sejumlah film animasi berpengaruh, seperti “Si Juki The Movie” dan “Battle of Surabaya”, yang juga mengeksplorasi berbagai isu sosial.

Keberanian sutradara dalam mengusung dark comedy sebagai genre utama menjadi daya tarik lain. Dalam film animasi, humor dapat menjadi jembatan penting untuk menyampaikan pesan-pesan serius. “Kita Mau Kemana Lagi?” menjalankan tugas ini dengan apik, mengundang tawa namun juga merenungkan akibat tindakan manusia terhadap planet kita. Strategi ini tak hanya diterapkan dalam animasi Indonesia, namun juga telah menjadi ciri khas sejumlah film animasi internasional, termasuk karya-karya dari Disney.

Sejarah animasi dunia memiliki tempat yang istimewa bagi film-film seperti “Kita Mau Kemana Lagi?”. Animasi pertama dari Walt Disney, “Snow White and the Seven Dwarfs”, telah membuka jalan bagi pengembangan genre ini. Bahkan animasi tertua di dunia, “Fantasmagorie” oleh Émile Cohl, telah memberikan fondasi teknik animasi yang masih digunakan hingga saat ini.

Seiring dengan pencapaian ini, animasi Indonesia juga berupaya meraih pengakuan internasional. Film “Kita Mau Kemana Lagi?” dapat dianggap sebagai salah satu upaya berani dan kreatif untuk mendorong kesadaran akan isu lingkungan, sekaligus mendukung eksistensi industri animasi Indonesia di kancah global.

“Kita Mau Kemana Lagi?” bukan sekadar film pendek animasi, melainkan pesan mendalam yang dirangkai dengan visual puitis dan humor gelap. Sutradara Imam Ghitrif Yuniandri telah menggambarkan ketakutan akan masa depan Bumi dalam konteks animasi, mengingatkan kita akan peran penting genre ini dalam membangun kesadaran dan perubahan. Melalui karya semacam ini, animasi Indonesia berpotensi meraih pengakuan lebih luas di panggung global, menyatu dengan perkembangan animasi dunia yang tak henti menginspirasi dan mengajak kita untuk berpikir lebih dalam.

Film ini masuk dalam 10 besar Begadang Film Competition Minikino International Short Film Festival di Bali, dan akan premiere di sana tanggal 16 September 2023. Yuk, mampir ke Denpasar!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here