Jakarta Short Film Gig

JAKARTA SHORT FILM GIG adalah program MondiBlanc yang berbentuk temu wicara dan pemutaran film-film pendek dari filmmaker-filmmaker muda Jakarta, sebagai ajang silaturahmi dan perkenalan antar sesama filmmaker dan publik lokal Jakarta.

 

Film-film yang diputar dipilih melalui jalur referensi komunitas/kampus dan kurasi panitia, dan bukan merupakan kompetisi atau festival. Setiap film yang direkomendasikan komunitas atau kampusnya, berhak untuk ikut dikurasi untuk selanjutnya diatur berdasarkan tema bulanan.

Jalur non-kompetisi/festival ini terhitung jarang di Jakarta—kalaupun ada bentuknya masih terbatas secara internal komunitas atau kampus masing-masing. Diharapkan acara ini bisa membuka hubungan antar komunitas, juga menghadirkan diskusi yang dapat memajukan industri dan pendidikan film di Jakarta secara khusus, dan Indonesia secara umum.

SEDANG TAYANG SEKARANG

Saat sedang beristirahat karena lelah mencari Bima, Drupadi mendengar suara misterius yang membawanya ke tempat-tempat magis. Disanalah ia dituntun oleh mahluk-mahluk ajaib menuju Bima yang terjebak di alam gaib. Lewat perjalanan Drupadi, kita akan diajak menelusuri peran perempuan dan konsep aturan simbolik bersama Roufy Nasution (sutradara Barakabut), Sekar Sari (aktor film Siti), serta dimoderatori oleh Putri Ayudya.

Program-program JSG antara lain:

PANIC ROOM COVID-19

Di masa krisis virus Corona baru ini, JSG mengadakan pemutaran dan diskusi film-film khusus dalam sebuah program bernama Panic Room. Tujuannya untuk tetap merekatkan tali silaturahmi antara filmmaker film pendek, akademisi, dan para penonton. Semua demi membentuk dan mempertahankan sebuah ekosistem produksi film pendek yang hidup dan tetap berkembang di masa apapun.

View this post on Instagram

Apa yang luput dari matamu selagi terperangkap di rumah? . . . Perkosaan Laki-Laki: Bicara Soal Toxic Masculinity Jakarta Short Film Gig mengajak otak kamu pemanasan biar tetap kritis selama ada di rumah dengan nonton film "Ada Yang Salah Dengan Ray" Karya Kurnia Cahya Putra, dan ikut diskusinya dengan dosen filsafat dan pengkaji gender Universitas Indonesia, Ikhaputri Widiantini. Film akan diputar di IGTV JSG dan Youtube Channel MondiBlanc dari tanggal 28 Maret sampai 4 April, dan diikuti diskusi online pada tanggal 4 April via Zoom. DM instagram @jakartashortfilmgig atau Whatsapp 08176654400 dengan kirim nama dan nomor telepon untuk dapatkan kode dan link diskusi. . . . . . #corona #covid19 #wfh #stayathome #socialdistancing #onlienscreening #filmscreening #filmindie #indiefilms #localartist #shortfilm #filmfestival #toxic

A post shared by JSG Virtual Cinema (@jsgcinema) on

View this post on Instagram

AKHIRNYA MENGUDARA! Selamat datang, penonton Jakarta Shortfilm Gig! Dimanapun kalian berada, JSG percaya ibadah nonton jangan sampai putus. Minggu ini, kita berkenalan dengan Santi dan Krisna, dua tokoh utama film KUNTILANAK PECAH KETUBAN (2019, dir. Amer Bersaudara). Santi harus menerima kenyataan pahit. Suaminya, Krisna, selingkuh dengan adik kembarnya sendiri, Sinta. Kemandulan Santi menjadi alasan Krisna untuk selingkuh. Sinta dan Krisna pun bekerja sama untuk membunuh Santi hingga Santi dikirim ke neraka. Tonton di IGTV @jakartashortfilmgig, atau meluncur ke channel YouTube MondiblancTV untuk menyaksikan. Setelah nonton, tunggu diskusi minggu depan bersama kritikus film dan dosen prodi film Binus University Ekky Imanjaya, jurnalis dan penulis veteran Donny Anggoro, serta sutradara B Movies kontemporer, Azzam Fi Rullah. Kita bahas habis sepak terjang film B dalam dunia perfilman Indonesia hingga sekarang, serta menelisik film-film karya Amer Bersaudara (Azzam Fi Rullah @azzamkalakazam dan Alzein Merdeka @kolongdeka). Seduh teh, senderan, siapkan sebat, selamat menonton!

A post shared by JSG Virtual Cinema (@jsgcinema) on

View this post on Instagram

Terinspirasi dari kisah nyata, Kilau Kerikil mengisahkan tentang seorang pemuda Gayo bernama Win ditugaskan untuk menjemput salah seorang tokoh ternama di kota Takengon, Aceh. Namun Win meragukan tugasnya, menyebut sang tokoh sebagai orang aneh seperti yang ia dengar dari orang-orang. Win tidak mengerti mengapa kehadiran tokoh ini sangat penting untuk keperluan sebuah acara besar yang akan berlangsung siang itu di Takengon. Di masa krisis virus Corona baru ini, JSG mengadakan pemutaran dan diskusi film-film khusus dalam sebuah program bernama Panic Room. Tujuannya untuk tetap merekatkan tali silaturahmi antara filmmaker film pendek, akademisi, dan para penonton. Semua demi membentuk dan mempertahankan sebuah ekosistem produksi film pendek yang hidup dan tetap berkembang di masa apapun. Film akan tayang dari tanggal 15 – 22 Mei, dan diikuti dengan diskusi di Zoom pada tanggal 22 Mei. Link untuk diskusi Zoom akan diberikan pada Hari-H. Pastikan kamu sudah menonton filmnya sebelum berdiskusi ya. DM instagram @jakartashortfilmgig atau Whatsapp 08176654400 dengan format: 👺nama ☎️nomor telepon ✉️email untuk dapatkan link menonton dan diskusi.

A post shared by JSG Virtual Cinema (@jsgcinema) on

Q&A , SESI DISKUSI PANIC ROOM

Sesi diskusi akan selalu diadakan di akhir pemutaran film pendek. Antara filmmaker, tamu pembicara, moderator dan penonton. Membicarakan tentang film itu sendiri dan isu-isu yang disampaikan dalam film.

Diskusi Panic room #0

Diskusi Panic room #1

LIVE EVENT

Live event rencananya akan dibuat setelah krisis Covid selesai. Awalnya acara ini harusnya dibuat akhir April 2020, namun terpaka diundur. Untuk mengetahui lebih jauh, silahkan download proposal acara di sini.